Jumat, 23 Oktober 2020

TUGAS EKONOMI KOPERASI DOSEN : ATUN ISWARI

 

PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA SAAT INI

 

            Perkembangan ekonomi di Indonesia dimulai dari masa penjajahan Belanda sampai Jepang. Banyak sekali kesulitan dan penderitaan rakyat pada saat itu,belum lagi mereka harus menuruti kemauan para penjajah. Disini perkembangan ekonomi sangat sulit,karena mereka menguasai semua yang ada. Sampai akhirnya masyarakat mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Dengan demikian, masyarakat mengenal koperasi serta fungsinya dari koperasi tersebut. Cita-cita Koperasi memang sesuai dengan susunan kehidupan rakyat Indonesia. Meski selalu mendapat rintangan, namun Koperasi tetap berkembang. Seiring dengan perkembangan masyarakat, berkembang pula perundangundangan yang digunakan. Perkembangan dan perubahan perundang-undangan tersebut dimaksudkan agar dapat selalu mengikuti perkembangan jaman. Perkembangan koperasi masih menghadapi masalah-masalah baik di bidang kelembagaan maupun di bidang usaha koperasi itu sendiri. Masalah-masalah tersebut dapat bersumber dari dalam koperasi sendiri maupun dari luar. Masalah kelembagaan koperasi juga dapat dikelompokkan dalam masalah intern maupun masalah ekstern. Masalah intern mencakup masalah keanggotaan, kepengurusan, pengawas, manajer, dan karyawan koperasi. Sedangkan masalah ekstern mencakup hubungan koperasi dengan bank, dengan usaha-usaha lain, dan juga dengan instansi pemerintah.

 

            Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi, hal ini berarti bahwa dalam kegiatannya koperasi turut mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan ekonomi yang sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota perkumpulan itu sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Koperasi sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan bersama dari para anggotannya. Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas. Dalam rangka usaha untuk memajukan kedudukan rakyat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka Pemerintah Indonesia memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan perkumpulanperkumpulan Koperasi

 

            Keadaan Koperasi-Koperasi di Indonesia pada masa ini pada umumnya berjalan baik. Khususnya Koperasi Unit Desa dan Badan Usaha Unit Desanya. Pendekatan pembinaan dan pengembangan perkoperasian di Indonesia akan dilakukan secara terintegrasikan. Maksudnya tanggung jawab pengembangan dan pembinaan Koperasi dilakukan oleh berbagai pihak, dimana secara teknis dilakukan oleh Departemen Perdagangan dan Koperasi. Pengembangan BUUD dan KUD yang pembinaannya dilaksanakan secara terintegrasikan tersebut didasarkan kepada kemampuan berkembang Koperasi atas dasar suatu wilayah usaha yang secara potensial dapat berkembang. Oleh sebab itu, di dalam pembinaan Koperasi dengan pendekatan seperti yang dilakukan terhadap pembinaan BUUD dan KUD adalah lain dengan pembinaan Koperasi sebelumnya. Dilihat dari segi pembinaan Perkoperasian, perbedaan-perbedaan antara pembinaan sesudah dan sebelum dikembangkannya BUUD dan KUD pada dasarnya adalah sebagai berikut :

 

  1. Dilihat dari daerah kerjanya, sebelum dikembangkannya BUUD dan KUD, daerah kerja Koperasi (khususnya Koperasi Pertanian) hanya meliputi daerah administrasi yang kecil-kecil, seperti desa, kampung, dan sebagainya. Sedangkan BUUD dan KUD daerah kerjanya meliputi Wilayah Unit Desa yang dibeberapa daerah terdiri dari lebih satu desa bahkan meliputi satu Kecamatan. Dengan demikian, secara ekonomis BUUD dan KUD lebih dapat berkembang dengan baik. Untuk itu 58.000 desa yang ada di Indonesia pada dewasa ini harus dibagi habis dalam Unit Desa – Unit Desa.
  2. Dilihat dari segi pembinaannya, sebelum dikembangkannya BUUD dan KUD pembinaan terhadap Koperasi kurang dilakukan secara terintegrasikan, sedangkan pada BUUD dan KUD pembinaan tersebut dilakukan secara terintegrasikan, sehingga dapat dicapai iklim pertumbuhan dan perkembangan yang lebih menguntungkan dan mendorong perkembangan BUUD dan KUD yang bersangkutan.
  3. Dilihat dari segi ukuran ekonominya, kalau sebelum BUUD dan KUD adanya Koperasi- Koperasi dalam ukuran kecil-kecil, dengan dikembangkannya BUUD dan KUD selalu dibuka kemungkinan berkembang kegiatan ekonomi KUD yang bersangkutan. Hal ini atas dasar perluasan areal atau daerah kerjanya yang didasarkan pada potensi ekonomi, bukannya daerah administrasi. Perlu diketahui bahwa kegiatan ekonomi yang berkembang adalah KUD, karena BUUD merupakan pembimbingnya dan tidak melaksanakan kegiatan ekonomi itu sendiri.
  4. Dilihat dari segi organisasi, pada Koperasi sebelum BUUD dan KUD didasarkan atas kemampuan berkembang sendiri, sedangkan bagi BUUD dan KUD lebih banyak didorong untuk meningkatkan kemampuan manajemen dengan dilakukannya berbagai latihan, pendidikan dan sebagainya.
  5. Dilihat dari segi permodalan, pada Koperasi-Koperasi yang dikembangkan sebelum BUUD dan KUD modalnya sangat terbatas, sedangkan KUD di dalam rangka kegiatannya sebagai alat untuk menjalankan kebijaksanaan Pemerintah (misalnya kebijaksanaan harga dasar), permodalannya disediakan kredit yang cukup besar. Atas dasar hal-hal tersebut diatas, BUUD dan KUD sejak berdirinya telah berkembang dengan cukup pesat. Sampai pada masa ini, perkembangan Badan Usaha Unit Desa dan Koperasi Unit Desa telah menunjukkan kemajuan seperti yang terlihat pada table dibawah ini.

 

            Bersumber data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), tercatat jumlah total koperasi di Indonesia per Desember 2015 sebanyak 212. 135. Jumlah ini mencatatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah koperasi terbesar di dunia. Jumlah total koperasi tersebut terbagi atas 150.223 koperasi aktif dan 61.912 unit koperasi tidak aktif (Dalam laporan statistiknya, Kemenkop menyebut angka ini sangat sementara).  Koperasi sebanyak itu tersebar di 34 provinsi dengan jumlah keseluruhan anggota mencapai 37,78 juta orang.

 

            Menilik laporan Badan Pusat Statistik, perkembangan jumlah koperasi  aktif di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Tercatat sejak 2006 hingga 2015, jumlah koperasi aktif di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada empat tahun terakhir, 2011 hingga 2015, rata-rata peningkatan jumlah koperasi aktif sebanyak 4139 unit. (sumber: olah data). Namun, besarnya jumlah koperasi di Indonesia masih belum memberi kontribusi signifikan. Angka Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi Indonesia terhadap negara hanya 1,7 persen. Dibandingkan negara  lain, semisal Denmark, sumbangan koperasi terhadap PDB negaranya mencapai  6,7 persen.

 

            Upaya pemerintah melalui Kemenkop UKM menegaskan perlunya reformasi total terhadap koperasi di Indonesia. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga selaku Menkop UKM menyebut tiga hal yang dilakukan untuk perbaikan untuk mengembalikan citra koperasi, yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan. Rehabilitasi terkait dengan membenahi database koperasi mengingat banyaknya koperasi yang tidak aktif. Namun, catatan Kemenkop, jumlah koperasi yang tidak aktif semakin turun. Hal ini menunjukkan itikad untuk perbaikan dan bangkit kembali. Persoalan reorientasi, dengan merubah pola pikir yang mementingkan kualitas daripada kuantitas. Banyak berdiri koperasi namun kurang memperhatikan kualitasnya. Perihal pengembangan koperasi, Menteri Puspayoga menginginkan koperasi Indonesia lebih membuka diri dan bisa bekerjasama dengan berbagai pihak.

 

            Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo, mengatakan, saat ini kondisi ekonomi Indonesia agak menurun akibat pengaruh dari ekonomi global. Meski demikian, kinerja koperasi Indonesia sangat luar biasa. Terlebih selama 5 tahun terakhir ini pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM sudah melakukan Reformasi Total Koperasi. Kontribusi koperasi hingga Juni 2019 ini saja mencapai 5,1 persen terhadap PDB Indonesia, bandingkan pada tahun 2014 yang masih sekitar 1,7 persen. Ini menunjukkan tiap tahun meningkat. Dan, ini berarti koperasi di Indonesia semakin berkualitas.

           

            Braman mengemukakan hal itu saat membuka Bimbingan Teknis Pemberian Pembiayaan Dana Bergulir LPDB-KUMKM, di Bandung, Jawa Barat yang diikuti sekitar 40 pelaku Koperasi di wilayah Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Fitri Rinaldi dan Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat Iya Sugia.  Besarnya kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menunjukkan meski jumlah koperasi berkurang menjadi 152.000 unit koperasi (yang pada 2014 mencapai 210.000 koperasi), ternyata semakin berkualitas. Tidak penting jumlah koperasi semakin sedikit, yang penting jumlah anggota koperasi semakin banyak dan berkualitas dan kesejahteraan anggota koperasi akan terwujud. Pihaknya sangat berharap, koperasi bisa menjadi pemain utama dalam perekonomian Indonesia sebagai contoh di  Singapura melalui Koperasi NTUC  yang yang mana 60 persen penduduknya adalah anggota koperasi. Sementara Indonesia yang jumlah penduduknya lebih banyak dari Singapura, jumlah anggota koperasi belum sesuai harapan artinya penduduk indonesia belum banyak sebagai anggota koperasi. 

 

Nama  : Nila Mufnil Kamila

NPM   : 15218320

Kelas   : 15218320

Tugas  : Ekonomi Koperasi

Dosen  : Atun Iswari

 

Sumber           :

https://www.industry.co.id/read/54324/hingga-2019-kinerja-koperasi-di-indonesia-semakin-berkualitas

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/128521/koperasi-di-indonesia-perkembangannya-kini

https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/niagawan/article/view/10751

 

Kamis, 15 Oktober 2020

DOSEN ALI MUHLI, SE., MM PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN

 

Landasan Teori Ekonomi Pembangunan

 

           Salah satu indikator yang mempengaruhi peningkatan kualitas suatu negara adalah pembangunan di bidang ekonomi. Ilmu Ekonomi Pembangunan merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang yang khusus mempelajari tentang kondisi perekonomian di suatu negara, khususnya di negara-negara berkembang. Sebagaimana diketahui, pembangunan di negara berkembang membutuhkan perhatian yang lebih sebab banyak tantangan yang harus dilalui.

    Kartasamita (1996) dalam Safi’i (2007) mengatakan pembangunan sebagai usaha untuk meningkatkan harkat martabat masyarakat yang berada dalam kondisi tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Membangun masyarakat berarti memampukan atau memandirikan mereka. Dimulainya proses pembangunan dengan berlandaskan pada pembangunan masyarakat, yang harapkan dapat memacu partisipasi masyarakat dalam peningkatan pembangunan tersebut.

       Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijaksanaan pemerintah yang dilaksanankan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Bagi daerah, indikator ini penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan di masa yang akan datang.

     Kuznets (1996) dalam Sirojuzilam (2008) mendefenisikan pertumbuhan ekonomi sebagai kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak barang kepada penduduknya, kemampuan ini bertambah sesuai dengan kemajuan teknologi dan penyesuaian kelembagaan dan ideologis yang diperlukan. Sedangkan menurut Boediono (1985) dalam Tarigan (2003), pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Menurut Adisasmita Rahardjo (2005) pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan dalam kapasitas suatu bangsa jangka panjang untuk memproduksi aneka barang dan jasa bagi rakyatnya

         Tantangan yang harus dilalui itu sendiri seperti masalah peningkatan jumlah penduduk, Kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni, pengangguran yang meningkat sebab peningkatan jumlah penduduk yang tidak diikuti oleh perluasan lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya.  Pengertian dari Ekonomi Pembangunan itu sendiri secara umum yaitu suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil perkapita penduduk suatu negara dalam jangka waktu yang panjang dan berdampak pada berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, teknologi, dan IPTEK.

 Dalam Pembangunan Ekonomi ini setidaknya ada 3 aspek yang perlu disoroti, yaitu :

  •          Pembangunan adalah suatu proses untuk membangun suatu negara yang dijalani masyarakat untuk mencapai kehidupan bernegara yang adil, makmur, dan sejahtera.
  •             Pembangunan sebagai usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita dengan adanya usaha-usaha yang dilalui untuk mencapai pembangunan tersebut.
  •          Peningkatan pendapatan perkapita berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, artinya manfaat yang diperoleh dari pembangunan ekonomi ini akan berguna masyarakat dalam waktu yang panjang.

Tujuan Ekonomi Pembangunan

1. Untuk Meningkatkan Pendapatan Perkapita Suatu Negara

Pendapatan Perkapita adalah pendapatan rata-rata penduduk pada suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Pendapatan Perkapita menjadi dasar pengukuran kemakmuran dan kemajuan suatu negara. Semakin tinggi pendapatan suatu negara maka semakin makmur pula kehidupan masyarakat negara tersebut.

2. Untuk Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi adalah dua aspek pengukuran ekonomi suatu negara yang memiliki pengertian berbeda. Salah satu pembedanya adalah  Perkembangan Ekonomi lebih menekankan pada pemerataan pendapatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat baik di kota maupun di desa.  Pertumbuhan ekonomi adalah proses meningkatnya produk per kapita dalam jangka panjang sementara pembangunan ekonomi merupakan serangkaian proses yang berlangsung secara terus menerus untuk meningkatkan pendapatan per kapita. Pembangunan ekonomi yang baik dan berkelanjutan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

3. Menekan Tingkat Angka Pengangguran

Pembangunan Ekonomi dapat mengurangi angka pengangguran, sebab pembangunan ekonomi ini biasanya diikuti oleh banyaknya investor yang menginvestasikan modalnya di Indonesia. Dan otomatis ini akan diikuti oleh banyaknya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan.

4. Meningkatan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat

Pemerataan pembangunan ekonomi juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan adanya pembangunan ini, tingkat pendapatan masyarakat akan meningkat dan berkembang dengan pesat.

5. Memajukan Sektor Teknologi dan Industri

Dengan adanya investor yang menanamkan modalnya di Indonesia akibat perkembangan ekonomi. Maka mereka akan mengenalkan peralatan teknologi dan industri yang lebih canggih dan praktis di negara tujuan investasi tersebut. Sebab investor dari luar negeri akan membangun teknologi yang sama dengan asal negara investor tersebut, yang sebagian besar dari negara-negara maju. Dengan adanya pengenalan teknologi baru ini akan mengubah pola pikir teknologi di negara berkembang dari teknologi yang sederhana menuju teknologi industri yang modern.

6. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pendidikan

Perkembangan Ekonomi yang diikuti oleh kemajuan sektor teknologi dan industri, akan membuat setiap lini sektor pendidikan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Hal ini dilakukan agar masyarakat di suatu negara memahami dan mempelajari teknologi yang lebih maju. Ini bertujuan karena industri yang maju akan membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dalam mengolah dan mengatur teknologi tersebut.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Ekonomi Pembangunan

1. Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber daya alam merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan ekonomi, tanpa adanya sumber daya alam mustahil akan terjadi pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwasannya keberadaan sumber daya alam menjadi sangat penting karena tanpa adanya sumber daya alam maka suatu negara akan kebingungan dan mencari bahan ke luar negeri dan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit, maka dari itulah dengan tersedianya sumber daya alam yang memadai maka mereka akan menghemat pengeluaran dan membuat produksinya optimal sehingga pembangunan ekonomi akan terlaksana dengan baik. Bukan hanya sumber daya alam yang penting, namun ada satu aspek pendamping yang tak kalah pentingnya yakni sumber daya manusia. manusialah yang menjadi pengelola sumber daya alam yang awalnya mentah menjadi setengah jadi maupun barang jadi. Tentu tidak semua manusia yang bisa dijadikan sebagai agen pembangunan, namun memerlukan manusia-manusia yang memiliki kompeten dan keseriusan dalam melaksnakan kegiatan dan tugasnya.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Ilmu pengetahun dan teknologi menjadi sebuah pelengkap bagi sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam dengan efektif dan efisisien. Ilmu pengetahuan yang dikuasai beberapa orang di bidangnya dapat membentuk suatu teknologi yang merupakan implementasi dari pengetahuan itu sendiri.

4. Sosial Budaya

Sosial Budaya dapat membentuk karakter masyarakat itu sendiri. Apabila keadaan sosial dan budaya di negara itu berjalan dengan baik dan positif dalam kegiataanya, maka akan membentuk pembangunan ekonomi yang baik bagi negara itu sendiri.

5. Keadaan Politik

Politik merupakan salah satu aspek yang mempu mempengaruhi perkembangan dan kemajuan perekonomian. Politik bisa menjadi teman dan kawana bagi perekonomian. Politik bisa mempengaruhi kebijkan yang akan diterapkan dalam pasar. Ketika keadaan politik dalam suatu negara menunjukkan kestabilan dan keharmonisan maka laju pertumbuhan ekonomi akan membaik dan pembangunan di dalamnaya akan  terus digiatkan.

6. Sistem Pemerintahan

Sistem pemerintahan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi baik buruknya pembangunan ekonomi. Misalkan jika sistem pemerintahan menggunakan sistem liberal maka secara otomatis sistem perekonomiannya menggunakan sistem liberal dimana semua bebas dalam melakukan kegiatan dan aktivitas perekonomiannya. Begitu juga di negara Indonesia yang sistem pemerintahannya demokrasi maka sistem perekonomiannya mengikutinya dengan memberikan kebebasan namun dengan pengawasan dari pemerintahan agar menjadi stabil dan terkendali. Dari penjelasan tersebut bisa kita simpulkan bahwasannya sistem pemerintahan juga akan mempengaruhi pembangunan ekonomi yang ada. Semakin baik sistem pemerintahannya maka pembangunan ekonomipun akan berjalan dengan lancar. 

Masalah Pokok Ekonomi Pembangunan

1. Masalah Pertumbuhan Ekonomi

Aspek yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu akumulasi modal, pertumbuhan penduduk, kemajuan teknologi :

  •        Akumulasi Modal adalah besaran pendapatan sekarang yang ditabung dan diinvestasikan untuk memperbesar output di masa yang akan datang. Investasi modal bisa dalam bentuk pabrik, infrastruktur, sarana prasana, dan lain-lain. Jadi investasi juga berpengaruh bagi kebutuhan masyarakat itu sendiri, apabila investasi modal di negara itu kecil, maka pembangunan di negara tersebut itu juga tidak berjalan dengan lancar sebab tidak dapat memenuhi dan mensejahterakan masyarakatnya.
  •    Pertumbuhan Penduduk, ini dapat bernilai positif dan negatif bagi suatu negara. Apabila pertumbuhan penduduk ini dibarengi oleh kemampuan individu yang optimal dan lapangan pekerjaan yang luas, maka pertambahan penduduk ini akan bernilai objektif bagi pembangunan ekonomi. Dan jika pertumbuhan penduduk ini tidak didorong oleh kreativitas dan kepedulian pemerintah dalam menagani lapangan pekerjaan, maka akan meningkatkan pengangguran dan memperlambat pembangunan ekonomi.
  •          Kemajuan teknologi, ini akan mempengaruhi dari hasil output barang yang diolah itu sendiri. Dari peralatan sederhana ke peralatan modern, dan akan menjadikan kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan teknogi yang maju ini.

Masalah Distribusi Pendapatan

Distribusi Pembangunan adalah upaya pemerintah untuk menyetarakan ketimpangan yang ada di masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dll. Contoh masalah yang paling terlihat dari ketimpangan ini yaitu bedanya taraf hidup masyarakat di kota dan di desa. Maka dari itu pemerintah menyediakan pinjaman kredit, beasiswa, blt, subsidi harga. Hal ini bertujuan sebagai langkah mengurangi masalah distribusi yang ada dan meningkatkan nilai ekonomi pembangunan.

Masalah Kemiskinan

Kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kehidupan primer, seperti tempat tinggal, makanan, pendidikan, kesehatan, dll. Masalah ini dapat bersumber dari masyarakat itu sendiri dan kebijakan pemerintah. Dari masyarakat itu sendiri karena  bisa karena malasnya masyarakat itu untuk bekerja karena kurangnya kesadaran, tingkat pendidikan yang rendah. Dari kebijakan pemerintah bisa karena terbatasnya lapangan pekerjaan akibat kurang tepatnya kebiajakan yang diambil pemerintah, terbatasnya pendapatan.

 

 

Sumber :

https:/ https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/pembangunan-ekonomi-definisi-hingga-faktor-yang-memengaruhi-4611//dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/faktor-pembangunan-ekonomi

https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/faktor-pembangunan-ekonomi

 

NAMA            : NILA MUFNIL KAMILA

NPM               : 15218320

KELAS           : 3EA17

 


Tugas M9 Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4.0

  Trend Pemasaran Saat ini             Trend Pemasaran adalah strategi pemasaran produk dengan mempelajari trend kebiasaan masyarakat ...